fbpx
Rumah Nabawi

SEBERAPA PENTING ANDA MEMILIKI RUMAH ?

Sejak zaman dulu hingga sekarang kebutuhan akan properti terutama akan hunian akan selalu terus bertambah. Tak lain karena rumah tinggal merupakan kebutuhan pokok manusia setelah kebutuhan sandang dan pangan, oleh karena itu kebutuhan akan rumah tidak akan pernah berhenti sepanjang masa, selama masih ada manusia yang melahirkan dan dilahirkan.

Setiap ada sepasang insan melangsungkan pernikahan, artinya sebuah rumah segera diperlukan. Bagi Anda yang berperan sebagai kepala rumah tangga, tentu ingin sekali segera memiliki rumah idaman bagi keluarga tercinta.

Rumah yang akan melindungi keluarga dari panasnya siang dan dinginnya malam. Namun, kepemilikan akan rumah juga tidaklah sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga harus mampu menciptakan ketentraman dan kebahagiaan. Memenuhi fungsi edukasi bagi anak kita. Serta membawa dampak yang baik bagi masa depan kita dan kehidupan kelak.

Selain itu, properti merupakan instrumen investasi yang paling menarik dibandingkan lainnya. Alasan pertama, harganya selalu naik. Kedua, produk investasinya nyata, atau bisa dilihat dan disentuh. Ketiga, lebih aman karena pemilik bisa mengendalikan sendiri investasinya.

KENAPA HARUS PROPERTI SYARIAH ?

Secara umum, semua yang kita lakukan harus sesuai syariah. Jadi tidak hanya dalam urusan property saja yang harus sesuai syariah, dalam masalah lain pun sama, ibadah, akhlak, pergaulan dan pendidikan pun harus kita standari dengan syariah Islam.

Properti yang merupakan bagian dari bisnis atau muamalah juga terikat dengan syariah. Berikut adalah alasannya:

Karena bisnis syari’ah adalah bisnis yang menjunjung tinggi nilai-nilai universal yang mulia. Mengedepankan kejujuran, keadilan, jauh dari perkara tipu muslihat, kepura-puraan dan kezaliman. Ini adalah nilai-nilai universal yang sangat diinginkan oleh setiap manusia dalam kehidupannya. Dan syari’ah telah memberikan seperangkat aturan yang lengkap agar semua nilai tersebut bisa direalisasikan dalam kehidupan. Oleh karenanya, bisnis sesuai syariah bisa dilakukan oleh siapa pun, tidak hanya Muslim.

Setiap muslim itu dalam berbisnis wajib sesuai syari’ah karena hal itu kewajiban dari Allah SWT. Karena aktivitas bisnis merupakan ativitas perbuatan (amal) manusia yang terkait dengan pengelolaan terhadap harta benda yang berhubungan dengan manusia lainnya.

Sedangkan Allah SWT telah mewajibkan setiap muslim untuk selalu memperhatikan setiap perbuatannya tanpa terkecuali, termasuk di dalamnya aktivitas bisnis untuk dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Ini merupakan wujud sekaligus konsekuensi dari keimanan seorang muslim.

SEPERTI APAKAH PROPERTI SYARIAH ?

Properti Syariah adalah sistem pemilikan properti yang menggunakan sistem syariah murni, tanpa keterlibatan pihak ketiga, baik Bank maupun Lembaga Keuangan yang lain.

Keuntungannya, pembeli hanya akan berhubungan dengan Developer, Sehingga keribetan keribetan yang biasa dialami ketika pengajuan KPR tidak terjadi disini.

Biaya – biaya yang biasa muncul ketika pengajuan KPR pun akhirnya tidak ada. Sehingga Pembeli sangat diuntungkan karena cukup membayar Uang Muka dan Pajak Jual Beli saja (dimana Pajak pun tidak harus dibayar dimuka), tanpa harus menyiapkan dana untuk pengajuan KPR BANK yang biasanya cukup besar.

Sistem Kepemilikan Rumah Syariah ini menggunakan prinsip harga sesuai syariah, dimana antara pembeli dan penjual menyepakati satu harga saja, untuk kemudian harga  inilah yang dijadikan patokan dalam transaksi

Sebagai contoh : “disepakati harga rumah tipe 36/72 seharga 327 juta untuk cicilan 5 tahun, dimana DP 90 jt. Maka sisa harganya, yaitu sebesar 237 juta dicicil selama 5 tahun atau 60 bulan.”

KONSEP JUAL BELI PROPERTI SYARIAH YANG SESUAI SYARIAH ISLAM

TANPA BANK

Developer tidak mengajak pihak bank untuk terlibat dalam akad jual beli, akad hanya antara Anda sebagai pembeli dengan developer, kelebihannya tidak akan ada BI Checking, proses cenderung lebih simple dan mudah.

TANPA BUNGA

Biasanya cicilan rumah bersifat flat setiap bulannya, tanpa ada penambahan ataupun pengurangan, sebab jika ada penambahan biaya akan disebut RIBA, Pilihan opsi hanya ada harga yaitu cash atau kredit, itu pun sudah disampaikan nominalnya sebelum akad dan tidak akan berubah walaupun suku bunga naik turun, jadi pilihan harga tergantung Anda yang menentukan.

TANPA DENDA

Jika Anda telat membayar ketika mencicil di dalam KPR konvensional tentu Anda akan terkena denda. Tidak dengan KPR syariah, Anda hanya akan dikenakan surat peringatan sebagai pengingat komitmen bayar hutang atau resechedule pembayaran jika dirasa Anda tidak bisa menepati cicilan di tanggal tertentu.

TANPA SITA

Jika pun Anda di tengah jalan tak sanggup lunasi cicilan, padahal di sisi lain Anda sudah menempati rumah beberapa lama, maka developer akan mendorong Anda untuk menjual rumahnya atau dibantu dijualkan, hasilnya sebagian untuk bayar sisa hutang ke developer sisanya Anda kantongi sendiri, untung bukan? Tidak akan disita, karena Anda sudah memiliki hak rumah 100%. Anda pun bisa menjual aset lain untuk melunasi cicilan tersebut.

TANPA AKAD BERMASALAH

Akad antara pembeli dan developer adalah akad jual beli istishna (pesan bangun, bersifat indent) jika unit rumah belum tersedia, bisa juga dengan akad jual beli kredit secara syari jika unit rumah sudah tersedia.

error: Content is protected !!