fbpx
Rumah Nabawi

Seperti Apakah Properti Syariah

SEPERTI APAKAH PROPERTI SYARIAH

Properti Syariah adalah sistem pemilikan properti yang menggunakan sistem syariah murni, tanpa keterlibatan pihak ketiga, baik Bank maupun Lembaga Keuangan yang lain.

Keuntungannya, pembeli hanya akan berhubungan dengan Developer, Sehingga keribetan keribetan yang biasa dialami ketika pengajuan KPR tidak terjadi disini.

Biaya – biaya yang biasa muncul ketika pengajuan KPR pun akhirnya tidak ada. Sehingga Pembeli sangat diuntungkan karena cukup membayar Uang Muka dan Pajak Jual Beli saja (dimana Pajak pun tidak harus dibayar dimuka), tanpa harus menyiapkan dana untuk pengajuan KPR BANK yang biasanya cukup besar.

Sistem Kepemilikan Rumah KPR Syariah ini menggunakan prinsip harga sesuai syariah, dimana antara pembeli dan penjual menyepakati satu harga saja, untuk kemudian harga  inilah yang dijadikan patokan dalam transaksi

Sebagai contoh : “disepakati harga rumah tipe 36/72 seharga 327 juta untuk cicilan 5 tahun, dimana DP 90 jt. Maka sisa harganya, yaitu sebesar 237 juta dicicil selama 5 tahun atau 60 bulan.”

TANPA BANK

Developer tidak mengajak pihak bank untuk terlibat dalam akad jual beli, akad hanya antara Anda sebagai pembeli dengan developer, kelebihannya tidak akan ada BI Checking, proses cenderung lebih simple dan mudah.

TANPA BUNGA

Biasanya cicilan rumah bersifat flat setiap bulannya, tanpa ada penambahan ataupun pengurangan, sebab jika ada penambahan biaya akan disebut RIBA, Pilihan opsi hanya ada harga yaitu cash atau kredit, itu pun sudah disampaikan nominalnya sebelum akad dan tidak akan berubah walaupun suku bunga naik turun, jadi pilihan harga tergantung Anda yang menentukan.

TANPA DENDA

Jika Anda telat membayar ketika mencicil di dalam KPR konvensional tentu Anda akan terkena denda. Tidak dengan KPR syariah, Anda hanya akan dikenakan surat peringatan sebagai pengingat komitmen bayar hutang atau resechedule pembayaran jika dirasa Anda tidak bisa menepati cicilan di tanggal tertentu.

TANPA SITA

Jika pun Anda di tengah jalan tak sanggup lunasi cicilan, padahal di sisi lain Anda sudah menempati rumah beberapa lama, maka developer akan mendorong Anda untuk menjual rumahnya atau dibantu dijualkan, hasilnya sebagian untuk bayar sisa hutang ke developer sisanya Anda kantongi sendiri, untung bukan? Tidak akan disita, karena Anda sudah memiliki hak rumah 100%. Anda pun bisa menjual aset lain untuk melunasi cicilan tersebut.

TANPA AKAD BERMASALAH

Akad antara pembeli dan developer adalah akad jual beli istishna (pesan bangun, bersifat indent) jika unit rumah belum tersedia, bisa juga dengan akad jual beli kredit secara syari jika unit rumah sudah tersedia.

Tags:
error: Content is protected !!